Monday, August 26, 2013

Riset: Jangan Mengejek Teman Anda Yang Gemuk




Beberapa orang suka mengolok temannya yang gemuk sebagai wujud kepedulian, bagi memotivasi biar berusaha bagi lebih langsing. Tetapi menurut sebuah riset ilmiah , cara itu tak banyak berguna dan justru membuat orang gemuk makin susah kurus.
Orang-orang gemuk yang mengalami perlakuan 'weightism' atau diskriminasi berdasarkan berat badan hanya akan menghadapi beban ganda. Pertama karena tertekan secara mental, kedua karena menurut riset dirinya jadi 2,5 kali lebih sulit menurunkan berat badan.
"Diskriminasi itu menyakitkan dan merendahkan, dan memiliki manfaat nyata bagi kesehatan," kata Angelina Sutin, salah seorang ilmuwan dari Florida State University yang melakukan sebuah riset ilmiah  itu seperti dikutip dari Healthday, Jumat (26/7/2013).
Menurut Sutin, dalam beberapa kasus memang orang gemuk merasa baik-baik saja saat diejek atau diperlakukan diskriminatif karena hal itu bisa memotivasinya bagi diet. Namun hasil sebuah riset ilmiah  menunjukkan bahwa manfaat yang lebih nyata justru berkebalikan.
Dalam sebuah riset ilmiah  ini, Sutin mengamati 6.000 orang yang mengalami kelebihan berat badan pada periode 2006 hingga 2010. Ia mendapati, orang-orang gemuk yang mengalami diskriminasi pada tahun 2006 punya risiko 2,5 kali lebih besar bagi tetap gemuk di tahun 2010.

Seorang pakar yang lain menerangkan jatuhnya rasa percaya diri bisa membuat orang gemuk semakin sulit menemukan perubahan dalam hidupnya. Berbagai upaya bagi menurunkan berat badan lebih banyak gagalnya saat menghadapi perlakuan berbeda dari lingkungannya.
"Bias obesitas atau weightism, oleh tenaga medis atau masyarakat pada umumnya dianggap hinaan yang menambah sakit hati," kata Dr David Katz dari Yale University Prevention Research Center.
Sumber: detik.com

0 comments:

Post a Comment